Drs. H. Ahmad Ishom, M.Pd. Kepala SMK Terbaik Nasional 2012

suaramerdeka.com - Sejumlah tenaga pendidik di Jawa Tengah menorehkan prestasi yang membanggakan di ajang Pemilihan Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas Sekolah Berprestasi serta Guru PLB/PK Berdedikasi Tahun 2012. Mereka mampu menyisihkan ratusan peserta se-Indonesia dalam kegiatan yang digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan itu.

Kepala SMK N 6 Semarang Drs. H. Ahmad Ishom M.Pd. berhak meraih gelar juara I sebagai kepala SMK Berprestasi & Berdedikasi Tingkat Nasional Tahun 2012. Penghargaan tersebut diraih atas kreativitasnya dalam mengembangkan Teaching Factory di sekolah yang dia pimpin. Dia menjadikan sekolah ibarat laboratorium keberhasilan anak di masa mendatang. Sekolah tak hanya fokus pada sisi akademik, melainkan pengembangan industri sesuai dengan program kompetensi yang dipelajari.

Pria yang akrab dipanggil Ishom ini kemudian menuangkan idenya menjadi program best practise smart.  Program itu lah yang mengantarkan dia menjadi juara tingkat nasional sebagai kepala SMK terbaik se-Indonesia. Di sekolah yang dia pimpin sejak 2009 itu, siswa ditekankan pada praktik industri. Selain menghasilkan poin penilaian akademik, mereka juga memperoleh uang.Misalnya, siswa program kompetensi kecantikan rambut dan kulit bisa melayani konsumen. Sebab, sekolah tersebut memiliki salon yang dibuka untuk umum. Demikian juga dengan siswa program kompetensi akomodasi perhotelan. “Pemasukannya cukup besar. Per bulan berbeda-beda, tapi bisa mencapai Rp 600 juta. Uangnya digunakan untuk modal pengembangan dan ada untuk siswa,” kata pria dari keluarga nelayan itu.

Teaching factory smart mengajarkan siswa untuk berwirausaha. Mengerti bidang usaha yang akan digeluti sedini mungkin, cara kerja, dan risikonya. Siswa juga diajari untuk menjalin kerja sama dengan pihak ketiga, karena dalam pengembangan hal itu sangat penting. Harapannya, saat lulus siswa bisa berwirausaha, menciptakan lapangan pekerjaan, dan menyerap tenaga kerja. Bukan sebaliknya. Langkah itu sesuai dengan misi sekolah kejuruan yang menyiapkan lulusan menjadi tenaga terampil dan siap kerja.

SMK 6 juga memiliki program kompetensi jasa boga, patiseri, jasa butik. Adapun implementasi pembelajaran teaching factory smart  itu dilakukan dengan cara, siswa jurusan jasa boga harus mampu membuat perencanaan produksi makanan dengan modal yang sudah ditentukan hingga memasarkan dan menghitung laba. Menurut dia, pendidikan di sekolah itu merupakan eskalator dan bukan tujuan. Melalui pendidikan, siswa diharapkan meraih impian. Dan, hal itu menjadi tugas guru untuk memberikan bekal. “Guru memiliki tugas untuk mendidik, mengajar, melatih dan mengevaluasi. Guru juga harus menjadi contoh baik di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Sementara itu, sebelum terpilih menjadi yang terbaik,  dia dan 30 kepala SMK lain yang berasal dari berbagai daerah harus melewati sejumlah ujian. Penilaian pada kompetisi kategori kepala sekolah berprestasi satuan pendidikan kejuruan itu, meliputi portofolio, tes tulis, presentasi, best practice, wawancara, dan psikotes. Namun, yang terpenting dalam penilaian adalah implementasi yang dilakukan pihaknya selama mengabdi menjadi tampuk pimpinan di sekolah kejuruan tersebut.(Hari Santoso, Hanung Soekendro, Anggun Puspita-71) - Foto (Kominfo.go.id)